Potensi bisnis online di dunia maya tidak diragukan lagi bahwa bisnis online memiliki prospek yang cerah. Hal ini bisa dilihat bagitu banyak masyarakat yang mengakses internet setiap harinya dan jumlah pengakses internet tersebut terus meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut sejalan dengan penyataan dari The Nielsen Company Indonesia bahwa Tren berbelanja online akan terus meningkat karena munculnya perbaikan tingkat kenyamanan dan keamanan dalam berinternet. Tidak hanya itu, hal tersebut juga didukung oleh perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang setiap tahun semakin canggih. hal ini memberikan keefektifan dan efisiensi yang tinggi sehingga masyarakat bisa lebih mudah dan cepat dalam mencari apa yang mereka butuhkan. Kelebihan yang dimiliki internet ini memberikan kecenderungan kepada masyarakat untuk memanfaatkannya dalam kehidupan sehari hari. Sehingga dari beberapa alasan tersebut banyak perusahaan perusahaan yang terjun  ke dunia internet untuk mengembangkan usaha mereka.

Dalam membuka toko online tentu ada produk yang harus kita tawarkan. Produk tersebut bisa berupa barang atau jasa. Jenis produk dalam toko online juga dibagi menjadi 2 yaitu produk ready stock dan produk bukan ready stock.  Selain itu berdasarkan nilai jual, ada yang tinggi dan ada juga yang rendah. Nah dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang produk yang memiliki nilai jual tinggi. Kenapa kita membahas ini? karena menentukan sebuah produk yang tepat merupakan persiapan awal yang sangat penting. Apakah kita akan ada profit atau malah defisit, itu tergantung oleh produk yang akan kita tawarkan.

Sebelum kita melangkah ke materi, kita kan menjelaskan sedikit tentang apa itu produk?. Menurut wikipedia, Kata produk berasal dari bahasa Inggris yaitu "product" yang artinya tenaga kerja atau sejenisnya yang memproduksi sesuatu. Pada tahun 1575, kata "produk" bergeser makna menjadi apapun yang diproduksi  (anything produced). Namun sejak 1695, definisi kata products lebih merujuk pada sesuatu yang diproduksi (thing or things produced).

Pengertian atau definisi dari produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk bisa diartikan sebagai sesuatu yang ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan. Dalam sudut pandang pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Sedangkan dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi.

Produk seperti apa dan bagaimana yang laku terjual di dunia maya?. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh The Nielsen Company Indonesia (Nilsen) bahwa toko online yang paling laku laris di asia pasifik yaitu:

  1. Buku (52%)
  2. Pakaian dan sepatu (44%)
  3. Tiket Pesawat (35%)
  4. Peralatan elektronik (32%)

Laki-laki dan wanita memiliki minat yang berbeda dalam membeli suatu produk di dunia maya. Berikut ini presentase produk yang disukai oleh pria:

  1. Buku (34%)
  2. Perangkat komputer (33%)
  3. Perangkat Elektronik (32%)

Sedangkan wanita lebih menyukai produk dengan presentase sebagai berikut:

  1. Pakaian, aksesoris, buku dan sepatu (43%)
  2. Tiket pesawat (37%)

Jadi dengan adanya data ini, kita bisa mempertimbangkan produk apa yang sebaiknya kita jual. Dalam hal ini tentu saja semakin tinggi nilai jual suatu produk semakin tinggi juga jumlah penjual yang akan menawarkan produk tersebut. Tapi meskipun jumlah penjual begitu tinggi pada produk yang biasanya laris dipasaran, kita bisa melakukan strategi marketing yang tepat sehingga konsumen akan lari ke toko online kita. Selain itu inovasi dan kreativitas dalam menawarkan sebuah produk itu juga sangat penting untuk membedakan antara produk kita dengan produk dari toko online lain. Sehingga kita akan memiliki nilai plus dimata konsumen atau calon pembeli.

 

Riset ini bisa diandalkan dan dapat dipercaya untuk menentukan produk yang nantinya akan kita tawarkan kepada konsumen. Nielsen adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang informasi global serta media dan berfokus pada suatu penelitian dan melakukan suatu riset dalam memberikan suatu informasi tentang pemasaran dan konsumen, televisi, serta melakukan riset terhadap media yang lainnya, seperti riset terhadap bisnis publikasi, trade show dan riset terhadap dunia online.