penipuAkhir-akhir ini berita tentang tindakan penipuan bisnis online cukup heboh di media massa. Misalnya laporan dari polisi Surabaya tentang Kasus penipuan transaksi online di Surabaya, dalam kurun waktu 1 tahun ini yaitu antara tahun 2012 sampai 2013 sudah ada setidaknya 71 kasus. Selain di Surabaya, berdasarakan laporan dari LPK (Lembaga Perlindungan Konsumen) terjadi juga kasus penipuan bisnis online di Bali yang mencapai 35 kasus. Modusnya beragam, mulai dari penjual gadget elektronik sampai penjual jersey sepak bola. Bentuk penipuan ini misalnya kasus harga Iphone, di pasaran harga iphone sekitar Rp 10 juta, tapi iphone tersbut dijual oleh pelaku dengan harga Rp 5 juta. Bayangkan pembeli mana yang tidak tergiur untuk membeli iphone tersebut bila ia dapat membelinya dengan separuh harga. Sayangnya hal ini tidak sesuai dengan keadaan yang diharapkan pembeli, karena iphone dengan harga murah atau bisa dibilang sangat murah tersebut ternyata merupakan salah satu modus penipuan.

Penipuan merupakan salah satu tindakan kejahatan yang merugikan orang lain dengan cara memberikan informasi palsu kepada korbannya untuk keuntungan dirinya sendiri. Entah dimanapun, mulai dari belahan bumi utara sampai selatan pasti setuju bila penipuan adalah perbuatan yang tidak baik.  Wikipedia mendefinisikan penipuan sebagai sebuah kebohongan yang dibuat untuk keuntungan pribadi tetapi merugikan orang lain, meskipun ia memiliki arti hukum yang lebih dalam, detail jelasnya bervariasi di berbagai wilayah hukum. Contoh dari penipuan adalah bait and switch, trik cofidensi, pengiklanan palsu, pencurian identitas, tagihan palsu, pemalsuan dokumen atau tanda tangan dan pembuatan perusahaan palsu.

Dalam hukum di indonesia, seseorang atau kelompok yang melakukan tindakan penipuan akan dikenai KUHP pasal 378 dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun. Tindakan penipuan yang dimaksud dalam undang-undang tersebut adalah sebagai berikut:

  • Melakukan akal dan tipu muslihat atau perkataan-perkataan bohong atau membujuk orang lain atau perbuatan curang.
  • Memakai nama palsu atau keadaan palsu.
  • Menggerakkan orang untuk memberikan suatu barang atau memberi hutang atau menghapus piutang.
  • Melakukan akal dan tipu muslihat atau perkataan-perkataan bohong atau membujuk orang lain atau perbuatan curang menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum.

Selain itu secara lebih spesifiki, hukum penipuan transaksi online juga akan dikenai UU ITE (undang-undang tentang informasi dan transaksi elektronik) pasal 28 ayat 1 yang berbunyi:

“Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.”

Pelanggaran terhadap pasal 28 ayat 1 akan mendapat sanki hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1 milyar sesuai dengan pengaturan pasal 45 ayat 2 UU ITE.

Ciri-ciri dari penipuan transaksi online adalah sebagai berikut:

  1. Penipu selalu menjual produk (barang atau jasa) dengan harga yang sangat murah. Bila harga barang mencapai separuh harga dari harga pasaran maka, penjual tersebut patut dicurigai.
  2. Penipu biasanya menggunakan blog gratisan misalnya yang menggunakan embel-embel wordpress atau blogspot.
  3. Diskon atau bonus yang tidak masuk akal. Bila diskon melewati separuh harga atau lebih berarti toko online tersebut patut dicurigai.
  4. Alamat toko online tidak jelas dan tidak lengkap.
  5. Penipu biasanya menyarankan pembeli untuk membayar uang muka terlebih dahulu ke rekening yang sudah mereka tentukan
  6. Biasanya penipu tidak mau membuka rekening bersama atau COD (Cash On Delivery)
  7. Penipu biasanya menolak untuk bertemu atau bertatap muka dengan pembeli.
  8. Penipu menampilkan contoh resi yang mecurigakan. misalnya lokasi kota pada resi tersebut tidak sesuai dengan lokasi si penjual barang.
  9. Penipu sering menggunakan gambar yang palsu atau gambar hasil searching di mesin pencari.
  10. Penipu selalu mencantumkan CP atau nomor kontak yang berbeda di setiap media promosi yang dia targetkan.
  11. Penipu biasanya memiliki informasi yang sulit ditemukan di mesin pencari, entah itu informasi profil atau sejarahnya.
  12. Penipu biasanya memiliki banyak akun di setiap media promosi.